Onghokham: Menjadi Indonesia dan Terus Menjadi

Koleksi album foto Onghokham/Penulis

Menelusuri kembali pemikiran Onghokham (1933 – 2007) dan mencari jejak sumbangannya terhadap historiografi Indonesia, segera menghadapkan kita pada sejumlah peringatan. Pertama, setelah menyelesaikan disertasinya tentang perubahan sosial di perdesaan Madiun yang diselesaikannya di Universitas Yale tahun 1975, Ong tidak lagi membuat karya utuh yang mewakili pemikirannya tentang sejarah Indonesia. David Reeve, yang sekarang menulis buku biografi tentang Ong menyebut alasan bahwa posisinya yang tiba-tiba menjadi “mini-selebriti” pada dekade 1980an dan 1990an menjadi faktor yang menyumbang ketiadaan pemikiran lengkap Ong tentang sejarah Indonesia.[1]

Continue reading

A Self-made man who changed the world

 

W.W. Norton & Company, USA. Paperback. September 2011. ISBN: 978-0-393-34066-2, 448 halaman.

The Fiery Trial (TFT) adalah buku yang mengesankan. Ia menampilkan kisah tentang kiprah Presiden ke-16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln, dalam serangkaian episode perang saudara dan pertarungan politik yang memecah pihak Selatan dan Utara terkait penghapusan perbudakan. Kebijakannya menghapuskan perbudakan membuat nama Lincoln terukir sebagai salah satu negarawan terbesar Amerika Serikat. Meski penulisnya secara terbuka menyatakan simpati pribadi terhadap Lincoln, buku ini tetap merupakan biografi serius yang ditulis dengan sudut pandang kesarjanaan yang mendalam. Ia tidak jatuh menjadi sekedar glorifikasi individu dalam sejarah. Continue reading

Tepian Langit Edward Poelinggomang

KEMATIAN seorang sejarawan bukanlah kematian yang direspon serentak di berbagai media sosial. Kematian seorang pencatat peristiwa yang lampau dan nyaris lenyap di ingatan bukanlah kematian yang ditangisi banyak orang. Bagi banyak orang, kematian itu akan menjadi ingatan yang perlahan menguap, lalu tenggelam disaput oleh angin sejarah. Beda halnya dengan kematian seorang pesohor ataupun selebriti. Continue reading